Now Playing Tracks

Memantaskan Diri

Menemukan Pasangan Hidup: Pantaskan Diri, Dekati Sang Pemberi

Segala sesuatu diciptakan berpasangan. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Yaasiin, ayat 36: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Juga surat Adz-Dzariyat ayat 49: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”

Begitu pula dengan manusia. Karenanya, menemukan jodoh atau pasangan hidup merupakan salah satu tahap alami dari proses kehidupan seorang manusia. Seperti halnya kelahiran, rezeki, kematian, juga segala hal lain di dunia, jodoh adalah sesuatu yang telah diatur dan ditetapkan oleh Allah swt. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
…dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. Al-Furqan: 2).
… Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Al-Thalaq: 3).

Allah swt. memiliki ketentuan yang sempurna akan segala sesuatu. Dia Maha Mengetahui apa atau siapa yang terbaik bagi kita, juga kapan dan bagaimana caranya kita dipertemukan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi kebaikan kita. Termasuk, tentunya, soal jodoh.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum: 21).

Walau begitu, Allah memberikan pada manusia kebebasan untuk memilih. Setiap pilihan yang kita ambil, akan mempengaruhi ketetapan mana yang akan kita lalui. Setiap doa dan usaha yang kita lakukan, akan membawa kita dari satu takdir ke takdir lainnya. Allah menitipkan sesuatu pada kita sesuai kadar kepantasan, kesiapan, dan kebutuhan kita. Karenanya, seperti apa jodoh kita pun, turut dipengaruhi oleh kualitas diri kita dan pilihan yang kita ambil.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda:“Seorang wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena garis keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah yang baik agamanya maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji, untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik, untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”(QS. An-Nuur:26).

Menemukan pasangan hidup yang sesuai dambaan hati, tentu merupakan keinginan semua orang pada umumnya. Terus memperbaiki kualitas diri dan pergaulan, berbuat banyak kebaikan, mendekatkan diri pada Allah serta memohon yang terbaik kepada-Nya, merupakan bentuk usaha yang dapat kita lakukan untuk memperolehnya. Rasa syukur, kesabaran, dan prasangka baik atas setiap ketetapan-Nya juga perlu senantiasa dijaga. Percayalah, Allah tidak pernah salah.

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).

6 notes

  1. ariandika reblogged this from anaosa
  2. sisisea reblogged this from anaosa
  3. taufiqpratamapurba reblogged this from anaosa
  4. anaosa posted this
To Tumblr, Love Pixel Union